Ernesto "Che" Guevara

0 comments Kamis, 16 April 2009

Ernesto Guevara de la Serna, lahir di Rosario pada 14 Mei 1928. Guevara merupakan anak pertama dari lima bersaudara dari pasangan Ernesto Guevara Lynch dan Celia de la Serna. Bertualang dengan ‘Moge’ membuat Jiwa revolusioner Guevara mulai terpupuk ketika pada 1949 ia melakukan perjalanan panjang menjelajahi Argentina Utara dengan bersepeda motor. “Saya ingin melihat banyak hal. Saya akan melakukan perjalanan mengelilingi Argentina, saya kan kembali dalam waktu tiga bulan, saat sekolah dimulai,” kata dia pada ayahnya sebelum ia melakukan perjalanan. Sang ayah yang sebetulnya keturunan bangsawan bukannya melarang, malah amat mendukung tekad Guevara. “Saya selalu mengizinkan untuk melakukan penelitian, penggalian, dan berusaha menemukan banyak hal untuk dirinya sendiri, sehingga dia bisa menjadi seorang laki-laki,” kata sang ayah dengan bijak, seperti yang dikutip dari buku Mi Hijo el Che (Che Anakku) karya Ernesto Guevara Lynch. Itulah untuk pertama kali Guevara bersentuhan langsung dengan orang miskin dan sisa suku Indian.
Dengan umur yang begitu belia, jiwa penjelajahan, dan rasa ingin tahu dalam diri Guevara berkembang. Penjelajahan Guevara nantinya akan sangat berpengaruh bagi karakter perjuangannya. Dari perjalanan itu, Guevara banyak bergaul dengan petani, dan tak sungkan membantu memanen hasil ladang mereka. Tidaklah heran bila di kemudian hari, Guevara acap mengidentikkan dirinya pada kaum tertindas. Kendati ia sempat mengecap bangku kuliah di bidang kedokteran di Universiti Buenos Aires pada 1948, tapi agaknya Guevara lebih doyan bertualang ketimbang mementingkan pendidikannya. Dan tiga tahun setelah penjelajahan di Argentina Utara, Guevara mengelilingi Amerika Latin menunggangi moge (motor gede) bersama sahabatnya Alberto Granado. Perjalanan yang berlangsung sejak Januari sampai Juli 1952 itu diawali dengan mengunjungi Peru, Kolombia, lantas Venezuela. Di Peru ia bekerja di koloni penderita kusta, ilmu yang ia kuasai dari fakultas kedokteran tempat ia pernah kuliah. Ia bekerja beberapa minggu di Leprasorium San Pablo, Peru. Guevara juga bertemu Salvador Allende. Di Venezuela bernasib apes. Ia ditangkap tetapi dilepaskan kembali. Guevara pun sempat mengunjungi Miami, kota tempat bermukimnya imigran asal Kuba. Guevara mengisahkan perjalanannya yang dramatis dan romantis tersebut dalam buku harian yang kelak dibukukan dengan judul Buku Harian Sepeda Motor (The Motorcycle Diaries). Saat revolusi nasional pecah di Argentina, Guevara hijrah ke La Paz, Bolivia. Namun ia dicurigai sebagai oportunis oleh kalangan revolusioner Bolivia karena ketidakjelasan prinsip politiknya. Guevara memutuskan hengkang dari Bolivia dan melanjutkan perjalanan ke Guatemala yang ketika itu dipimpin Jacobs Arbens. Sedikit demi sedikit, Guevara membangun keyakinannya berdasarkan Marxisme dan sosialisme. Meskipun begitu Guevara ogah bergabung dalam Partai Komunis.

Di Guatemala, Guevara tinggal bersama Hilda Gadea, aktivis penganut paham Marxis keturunan Indian. Lewat Hilda, Guevara diperkenalkan kepada Nico Lopez, salah satu letnan dari kelompok Fidel Castro (kelak menjadi pemimpin Kuba), revolusioner Kuba yang tinggal di pengasingan. Sedikit banyak Guevara berpartisipasi dalam memajukan revolusi Guatemala. Memang situasi politik di Guatemala saat itu sedang naik turun. Aksi nasionalisasi perusahaan United Fruit Company (UFC) yang dilakukan pemerintah Arbens menyebabkan reaksi balik dari perusahaan Amerika Serikat tersebut. UFC merekrut serdadu bayaran yang dilatih CIA, pimpinan Kolonel Carlos Castillo Armas. Pasukan ini menyerbu jantung ibu kota Guatemala. Pecahlah konflik antara pasukan pemerintah Jacobs Arbens dengan tentara sewaan UFC. Di situlah paradigma Guevara tentang AS terbentuk. Ia menganggap agen CIA sebagai agen kontrarevolusi dan ia semakin yakin, bahwa revolusi hanya dapat dilakukan dengan jaminan persenjataan.

Hijrah ke Mexico Akhirnya pada 27 Juni Presiden Jacobs Arbenz meletakkan jabatan. Dengan kata lain “kudeta” tentara bayaran pimpinan Armas yang dibekingi CIA berhasil memaksanya turun dari tampuk kepemimpinan. Pada Agustus di tahun yang sama tentara bayaran itu memasuki Guatemala City dan membantai pendukung rezim Arbenz. Melihat situasi yang semakin buruk dan membahayakan posisinya, Guevara meminta perlindungan politik ke Kedutaan Besar Argentina, lantaran ia sendiri masih tercatat sebagai warga negara Argentina. Setahun selepas Presiden Arbenz turun jabatan, Guevara pindah ke Mexico City. Di sini ia meretas jalan sebagai pejuang revolusioner, dan bertemu kembali dengan Nico Lopez, yang kebetulan tengah berada di Negeri Sombrero tersebut. Lopez mempertemukan Guevara dengan Raul Castro, adik kandung Fidel Castro. Pertemuan ini menjadi titik balik kehidupan Guevara sebagai gerilyawan revolusioner. Nun jauh di sana, beberapa ribu kilometer dari Guatemala, Fidel Castro beserta para pejuang Moncada yang masih hidup dibebaskan dari bui oleh pemerintah Kuba pada pertengahan Juni 1955, lantaran tekanan publik yang gencar. Tiga pekan kemudian, Castro tiba di Meksiko dengan tujuan mengorganisir ekspedisi bersenjata ke Kuba. Castro merasa situasi Kuba tidak memungkinkan untuk membangun basis perlawanan, apalagi rezim Batista yang saat itu berkuasa di Kuba masih terlalu kuat.

Sekitar Juli-Agustus Guevara bertemu Castro. Guevara pun turut bergabung dengan pengikut Castro di rumah-rumah petani tempat para pejuang revolusi Kuba ini dilatih perang gerilya secara profesional dan spartan oleh Alberto Bayo, serdadu berpangkat kapten dari Spanyol. Guevara selanjutnya terlibat dalam latihan perang gerilya, sehingga pejuang Kuba menggelarinya “Che” sebutan salam khas Argentina. Pertemuannya dengan Fidel Castro dan juga para emigran politik lainnya, membuat Guevara sadar bahwa Fidel-lah pemimpin yang ia cari. Pemimpin yang mempunyai daya revolusioner dalam semangat dan perlawanannya. “ ....ketika sosialisme masih berupa benih, manusia adalah faktor dasar. Kami percaya penuh kepadanya—seorang individu, khusus dengan nama lengkapnya, Fidel Castro....,” kata Guevara pada suatu ketika dalam salah satu tulisannya. Pertemuan ini, kemudian dicatat sejarah sebagai awal terjalinnya duet pejuang revolusi Amerika Latin yang berpijak pada Marxisme. Che dan Castro ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi dalam satu tautan ideologi, sosialisme dan Marxisme. Ketika Castro dan pengikutnya menyerbu Kuba pada Juni 1956, Guevara awalnya hanya diikutkan sebagai dokter, namun kemudian ia didaulat sebagai komandan tentara revolusioner Barbutos. Che Guevara dianggap tokoh yang paling berhasil dari semua pemimpin gerilya dalam menyusupkan ajaran Lenin kepada anak buahnya. Ia juga orang yang berdisiplin, dan tidak sungkan menembak prajurit yang ceroboh. Di arena ini ia meraih reputasi atas kekejamannya ketika dengan dingin mengeksekusi para pendukung fanatik Presiden Batista yang terguling.

Ketika revolusi dimenangkan, Guevara merupakan orang kedua setelah Fidel Castro dalam pemerintahan baru Kuba, yang bertanggung jawab menggiring Castro menuju komunisme merdeka bukan lagi komunisme ortodoks ala Moskwa yang dianut beberapa teman kuliahnya.Pada 1965, Guevara meninggalkan Kuba untuk terlibat ldalam perjuangan revolusioner internasional. Ia mengembara sampai ke Afrika dan akhirnya ikut berperang di Kongo. Setahun berselang, Guevara masuk ke Bolivia, sekali lagi dengan gagasan mengorganisir pemberontakan dan berharap menjatuhkan pemerintahan militer Bolivia yang pro AS dan memasang pemerintahan komunis di sana. Namun nasib berkata lain. Pada 8 Oktober 1965 di dekat Vallegrande, Guevara tertangkap oleh pihak militer Bolivia. Atas perintah Presiden Bolivia Barrientos, Che dieksekusi mati. Selepas kematiannya, sosok Guevara bukannya tenggelam, malah figurnya semakin kuat, dan menjadi simbol perlawanan terhadap praktik penindasan sistem kapitalis yang dikuasai Barat. (Dari berbagai sember/literature)
Read On

Mike Portnoy (Dream Theatre)

0 comments Selasa, 14 April 2009

Siapa yang ga kenal Mike Portnoy? Drummer dari Grup Dream Theater ini telah banyak memikat hati para pendengar musik alternative. Mike Portnoy yang lahir (beda dikit sama saya) 20 April 1967. Mike Portnoy terkenal dengan pattern-patternnya yang membingungkan. Odd time signature, fast blinding fills, fast double bass dan banyak lagi. Mike Portnoy memang seorang drummer yang paling cocok untuk bermain di Dream Theater. Dalam permainan Mike Portnoy sendiri dapat terdengar karakter Lars Ulrich dan Neil Peart, walaupun tidak banyak. Mungkin bisa dikatakan bahwa Mike Portnoy itu adalah seorang drummer yang mempunyai banyak kepribadian di permainannya. Karena dia tidak bersuara seperti 1 orang saja, Mike bersuara seperti puluhan orang drummer! Maka tidak salah Mike Portony juga mendapat kehormatan dengan dibuatkan snare signature.

Bersama rekannya John Petrucci, John Myung membentuk Dream Theatre dan telah meluncurkan 9 Album, dan 6 Album Live. Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.

Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat “majestic”. Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.

Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.

Dan banyak yang mengenal Dream Theater karna permainan Mike Portnoy yang variatif, selain di Dream Theatre, Mike Portnoy juga memiliki proyek sampingan seperti TransAtlantic, O.S.I dan Liquid Tension Experiment, serta banyak meluncurkan DVD Lesson Drum.

Album Dream Theatre :
1. When The Dream and Day Unite
2. Image And Words
3. Live At The Marquee
4. Awake
5. A Change of Seasons
6. Falling Into Infinity
7. Once In A Livetime
8. Scenes From A Memory
9. Live Scenes From New York
10.Six Degrees From Inner Turbulence
11.Train Of Thought
12.Live At Budokan
13.Octavarium
14.Systematic Chaos
Read On

Fast And Furious 4

0 comments Senin, 13 April 2009

Bagi yang sudah menyaksikan film Fast And Furious sebelumnya, pasti akan menantikan film kelanjutannya. Aksi balapan yang menegangkan dengan berbagai macam special effects dan teknologi mutakhir telah membius jutaan penonton di dunia, hal itu juga tidak lepas dengan performa bagus Vin Diesel (Dominic Toretto) dalam film tersebut. Bagi yang belum menonton film tersebut, berikut sedikit review-nya :

Kisah Fast And Furious bermula dari Dominic Toretto (Vin Diesel)yang ingin balas dendam atas kematian Letty yang dibunuh oleh kelompok Braga. Yaitu kelompok pengedar narkoba dengan teknik penyelundupan lewat mobil balap. Disamping itu ada salah seorang anggota FBI yang melakukan penyamaran yaitu Brian O'Conner (Paul Walker)yang juga sedang memburu bandar narkoba tersebut. Mereka berdua bekerja sama untuk menangkap pimpinan kelompok Braga. Aksi pembajakan mobil sampai kebut-kebutan membuat film ini menjadi menarik seperti film-film sebelumnya. Dalam film Fast And Furious banyak dihiasi berbagai mobil-mobil mewah dan pastinya sangat cepat, gadis-gadis seksi dan pastinya adegan balapan. Yang cukup menarik, film ini juga menampilkan beberapa pemain pendukung yang bermain di seri Fast And Furious sebelumnya, seperti Han (Sun Kang, THE FAST AND THE FURIOUS: TOKYO DRIFT), Roman Pearce (Tyrese Gibson, 2 FAST 2 FURIOUS).

Film yang dibuat oleh Sutradara Justin Lin ini berhasil meraih pendapatan 72,5 juta dollar dalam awal pemutarannya dan berhasil menggeser Monsters Vs Aliens, sehingga mampu bertengger di urutan pertama Box Office America.

So, patut dilihat film ini...
Read On

Losail - Setelah mengalami penundaan akibat cuaca, balapan MotoGP Qatar akhirnya sukses dihelat, Selasa (14/4/2009) dinihari WIB. Keluar jadi juara di seri perdana musim ini adalah Casey Stoner yang dibuntuti rival beratnya, Valentino Rossi.

Dalam balapan sejumlah 22 lap tersebut, Stoner yang membela Ducati tersebut langsung melaju sedari start untuk terus mempertahankan posisi pole-nya dari ancaman rider-rider lain.

Rossi yang Juara Dunia 2008 sempat kehilangan posisi duanya di awal start. Namun, pembalap Yamaha itu mampu terus menggeber motornya untuk kembali menempati posisi dua dan menguntit Stoner sepanjang balapan.

Stoner dan Rossi lantas bak bertarung berdua saja di depan karena para pembalap lain tertinggal relatif jauh. Stoner sendiri juga cukup nyaman memimpin dari Rossi.

Perebutan tempat ketiga sendiri berlangsung lebih ketat ketimbang di depan, kendati pada akhirnya Jorge Lorenzo berhasil mengukuhkan posisinya di sana.

Pembalap veteran Loris Capirossi sementara itu bernasib sial. Sempat merangsek ke depan, dia malah terjatuh dari motor dan harus out dari race di lap ke-7.

Akhirnya, posisi tiga terdepan pun diisi oleh Stoner, Rossi dan Lorenzo. Untuk Stoner, ini adalah kali ketiga beruntun dia jadi jawara di Losail. Sedangkan, Lorenzo kembali menempati podium di Losail setelah musim lalu jadi runner-up.

Colin Edwards dan Andrea Dovizioso sementara itu ada di tempat keempat dan kelima untuk melengkapi lima pembalap terdepan di Losail.

Sumber : detik.com
Read On

Iwan Fals

0 comments Minggu, 12 April 2009

Iwan Fals Musisi tersohor asal Leuwinanggung ini lahir pada tanggal 3 September 1961. Perjalanan musik Iwan Fals dimulai ketika ngamen di Bandung pada usia 13 tahun. Lagu Favorit Iwan Fals pada waktu kecil yaitu sepasang Mata Bola dan Waiya yang selalu dimainkan dengan gitarnya.
Pada waktu itu Iwan Fals mulai gandrung dengan gitar, di tiap tempat nongkrongnya lagu-lagu seperti Rolling Stone selalu mereka mainkan. Dari itu, Iwan Fals mulai tertarik untuk menciptakan lagu sendiri dengan keyakinan bahwa "biar jelek-jelek, yang penting lagu ciptaanku sendiri". Lagu-lagu Iwan Fals saat itu liriknya dibuat lucu, humor, canda, dan menggubah lagu orang, tetapi lagu-lagu tersebut malah lebih akrab di telinga teman nongkrongnya.
Setelah banyak membuat lagu, Iwan Fals biasa sering mengisi di acara hajatan, kawinan atau sunatan, tawaran tersebut muncul dari manajernya Engkos, yang tukang bengkel sepeda motor. Saat itu nama Iwan Fals mulai dikenal.
Suatu saat ada orang datang ke Bandung dari Jakarta, ternyata lagu-lagu Iwan Fals sudah dikenal di Kota Jakarta.
Setelah itu, Iwan Fals memberanikan diri pergi ke Jakarta atas anjuran teman-temannya, dengan merelakan motor kesayangannya untuk membuat master. Iwan Fals pergi ke Jakarta bersama teman-temannya dari Bandung yaitu Toto Gunarto, Helmi, Bambang Buleyang tergabung dalam Amburadul.
Setelah rekaman, ternyata kaset tersebut tidak laku. Lalu Iwan Fals mengikuti berbagai festival, dan mendapatkan Juara di festival musik country, oleh Arwah Setiawan (almarhum) lagu-lagu Iwan Fals mulai direkam dan diproduseri oleh Handoko.
Pada Akhirnya Iwan Fals rekaman di Musica Studio, yang sebelumnya sudah rekaman sekitar 4 sampai 5 album. Setelah rekaman di Musica, lagu-lagu Iwan Fals di album "Sarjana Muda" mulai dikenal oleh banyak orang dan sukses besar di album-album berikutnya. Sukses buat bang Iwan, yang selama ini telah menciptakan lagu-lagu yang berkualitas dan sesuai dengan keadaan bangsa ini.
Maju terus Iwan, ditunggu album terbarunya.

Sumber : www.iwanfals.co.id
Read On

Federico Macheda (Kiko)

0 comments Sabtu, 11 April 2009

Federico Macheda Lahir pada 22 Agustus 1991, bergabung dengan United pada tahun 2007 dari Lazio. Kiko merupakan salah satu dari beberapa orang Italia yang pernah merumput di Manchester United. Sosok Alex Ferguson merupakan seorang jenius yang telah banyak mendapatkan talenta muda dengan kemampuan luar biasa, sebut saja Kiko salah satu punggawa baru United yang mulai bersinar. Kemampuan Kiko terlihat pada waktu bertemu Newcastle pada 30 Maret 2009, pada laga tersebut kiko mencetak hattrick untuk menghapus impian The Magpies untuk meraih nilai penuh pada lanjutan Barclay Premiere League Reserve.

Permainan menarik Kiko kembali terulang saat Manchester United mengalahkan Aston Villa dengan skor 3 - 2, Kiko yang masih berusia 17 tahun tersebut kembali menjadi penentu kemenangan United di masa injury time.

Perjalanan Kiko masih panjang, semoga karirnya kelak tidak mengikuti jejak pendahulunya dari Italia yang bermain untuk United, dan semakin bersinar untuk menghasilkan pundi-pundi gol untuk United.
Read On

Cetak Poster Sendiri

0 comments Jumat, 10 April 2009

KOMPAS.com — Anda pasti sudah pernah melihat poster, bukan? Ukurannya bukan cuma 20 x 30 cm alias 10R, tapi bisa mencapai 60 x 90 cm. Poster-poster yang dijual biasanya dicetak menggunakan printer format besar (dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah “large format printer”).

Percayakah Anda kalau poster sebesar apa pun bisa Anda buat dengan printer inkjet yang sekarang ada di atas meja komputer Anda? Ya, printer berukuran A4 pun bisa dipakai untuk membuat poster.

Intinya begini. Sebuah gambar akan dipecah-pecah menjadi beberapa bagian dengan ukuran A4. Setelah itu, tiap bagian akan dicetak. Setelah semua tercetak, Anda tinggal gabungkan untuk menjadi sebuah poster yang utuh.

Ada hal yang harus benar-benar diperhatikan, yakni resolusi gambar yang akan dicetak jadi poster. Standarnya, untuk sebuah foto, 200 piksel atau 300 piksel sama dengan 1 inci. Artinya, resolusi foto itu adalah 200 piksel per inci atau 300 piksel per inci.

Aturan itu berlaku untuk foto yang akan dicetak ukuran kecil, paling tidak sampai ukuran 12R. Foto-foto berukuran kecil akan dipandangi dari jarak dekat. Lain halnya dengan poster yang dilihat dari jarak jauh. Jadi, resolusi kecil pun tak akan masalah. Dengan kata lain, adanya sedikit noise akibat pembesaran bukanlah masalah. Toh, dari jarak jauh tak akan terlihat.

Anda bisa membuat foto berukuran 50 x 70 cm dengan foto 6 megapiksel (sekitar 2400 x 3000 piksel). Artinya foto itu memiliki resolusi kira-kira 100 piksel per inci. Hasilnya akan tetap mengagumkan. Tak berarti foto harus 6 megapiksel. Lebih kecil pun tak apa—apalagi lebih besar. Hanya, andai foto itu lebih kecil, noise akibat pembesaran akan semakin terlihat jelas.

Ada beberapa cara untuk mencetak poster dengan printer biasa. Anda bisa pakai Adobe Photoshop atau peranti lunak yang secara khusus dibuat untuk mencetak poster dengan printer biasa. Buat peranti lunak yang terakhir ini, PCplus mengunakan Posteriza yang bisa Anda peroleh dari www.posteriza.com.

Dengan Adobe Photoshop
Kalau Anda tidak punya internet untuk mengunduh Posteriza, Anda bisa pakai Adobe Photoshop. Posteriza secara otomatis membagi foto menjadi beberapa kotak. Di Photoshop, pembagian itu Anda buat sendiri.

Begini caranya untuk membuat poster berukuran 90 x 60 cm:
1. Buka foto dengan Adobe Photoshop— PCplus pakai Adobe Photoshop CS2.

2. Klik Crop Tool yang ada di dalam Tool Box. Kemudian, isikan propertinya—Width dengan 90, Height dengan 60 atau sebaliknya kalau foto Anda “berdiri”.

3. Crop gambar dengan cara menyeret Crop Tool pada gambar, lalu tekan [Enter]. Foto Anda pun sudah berukuran 90 x 60 cm.

4. Sekarang, bikin garis pandu. Munculkan penggaris—kalau belum muncul di layar. Caranya klik [View] > [Rulers].

5. Setelah penggaris muncul, klik dan tahan klik Anda pada penggaris vertikal yang ada di sebelah kiri, kemudian gerakkan mouse ke arah gambar. Muncullah garis yang dibentuk dengan titik-titik. Bawa garis itu ke angka 30 pada penggaris, lalu lepas klik. Kalau foto Anda “berdiri”, bawa garis ke angka 20. Lakukan sekali lagi, kali ini ke angka 60.

6. Klik dan tahan klik Anda pada penggaris horizontal yang ada di atas. Taruh garis di angka 20. Tarik garis lagi, kali ini letakkan di angka 40.

7. Klik Rectangular Marquee Tool di Tool Box. Isikan propertinya. Ubah “Style” jadi [Fixed Size], lalu isikan Width dengan 30 dan Height dengan 20.

8. Pada gambar, klik pada pojok kanan kiri atas sehingga muncul kotak dengan garis putus-putus. Pada keyboard, tekan [Ctrl] + [C] untuk melakukan penyalinan (copy). Lanjutkan dengan menekan [Ctrl] + [N] untuk membuat dokumen baru. Di jendela pembuatan dokumen baru, tekan [Enter] saja langsung. Setelah jendela dokumen baru terbuka, tekan [Ctrl] + [V] untuk melakukan paste. Ulangi langkah ini pada setiap kotak.

9. Kalau bagian sudah dipecah, buka salah satu bagian. Klik [File] > [Print With Preview].

10. Kalau foto Anda horizontal, klik [Page Setup]. Di bagian “Orientation” pilih [Landscape]. Pastikan juga kertas yang Anda gunakan adalah kertas A4 pada bagian “Paper”.

11. Klik [Print]. Lakukan hal yang sama pada semua bagian gambar.

Pakai Posteriza!
Cara ini lebih mudah ketimbang dengan Adobe Photoshop karena dilakukan dengan otomatis. Posteriza merupakan sebuah peranti lunak gratisan yang membantu pembuatan poster. Langsung saja.

Begini cara pakainya:
1. Jalankan Posteriza.

2. Klik ikon [New].

3. Beri tanda centang pada [With Photo], lalu klik tombol [Open Image]. Pilih foto, lalu klik [Open].

4. Klik tab [Text]. Hapus tanda centang pada [With Text].

5. Klik tab [Size]. Lalu, aturlah jumlah gambar yang akan dicetak dengan mengisikan Width dan Height dalam satuan halaman.

6. Klik [Apply].

7. Klik [Print] kalau sudah selesai.

Minta Tolong Bikin Poster secara Online

Cara ini lebih mudah lagi. Anda bisa minta tolong pada situs web Block Posters untuk membelah foto. Block Posters beralamat di www.blockposters.com. Situs web ini betul-betul gratis!

Cara pakainya begini:
1. Kunjungi situs web Block Posters.

2. Klik [Step 1] yakni untuk mengunggah (upload) gambar.

3. Di halaman yang muncul, klik [Telusuri] atau [Browse] kalau browser Anda pakai bahasa Inggris. Klik [Continue] untuk beranjak ke langkah berikutnya. Tunggu sebentar sampai gambar Anda selesai diunggah.

4. Berikutnya, atur jumlah halaman, orientasi (landscape atau portrait), dan ukuran kertas. Klik [Continue].

5. Langkah ketiga meminta Anda mengunduh file PDF berisi belahan-belahan gambar Anda. Klik saja link [Click here to download a PDF file containing your images].

6. Bukalah file PDF yang dikirimkan Block Posters. Cetak file PDF itu.

TIP: Bikin Kertas Pembungkus Kado
Anda bisa kreatif lagi dengan menggunakan tutorial yang kurang lebih mirip dengan pembuatan poster. Anda bisa membuat kertas kado untuk membungkus kado spesial untuk orang yang spesial. Bungkus kado itu akan terbuat dari kolase.

Berikut adalah caranya:
1. Buka Adobe Photoshop.

2. Buatlah dokumen baru berukuran 50 x 60cm—atau ukuran lain sesuai keperluan Anda.

3. Masukkan foto pertama dan atur posisinya berikut ukurannya.

4. Masukkan foto berikutnya sehingga jadilah sebuah kolase.

5. Cetak kolase itu dengan cara yang sama dengan mencetak poster. Lihat artikel “Cetak Poster Sendiri” untuk mengetahui cara mencetak poster.

sumber: PCplus
Read On